RESMI! Kemendikbud Larang Penggunaan Buku LKS di Sekolah, Begini Penjelasan Mendikbud

loading...
Media LKS menjadi salah satu perangkat penunjang pembelajaran di kelas yang selama ini digunakan para guru. Namun info terbaru bahwa Mendikbud akan mengeluarkan surat edaran terkait penghentian penggunaan LKS di sekolah. Baca juga : Daftar Komposisi Dosen di Beberapa Provinsi Berdasarkan Kualifikasi Akademiknya

Kemendikbud Keluarkan Surat Edaran Larangan Penggunaan Buku LKS di Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang penghapusan Lembar Kerja Siswa (LKS). Ini karena LKS dinilainya kurang efektif setelah berdiskusi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). "LKS ini menurut saya banyak biasnya. Kami sudah ada edaran untuk tidak lagi memakai LKS," kata Mendikbud Muhajir Effendy seperti dikutip dari portal berita nasional JPNN.COM, Kamis (13/10).

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengatakan guru juga dilarang bekerja sama dengan perusahaan atau lembaga yang memproduksi LKS. Guru bertanggung jawab mengajar muridnya sampai tuntas tanpa membawa pekerjaan rumah berupa LKS ke rumah.

LKS juga lebih banyak dikerjakan orang tua ketimbang muridnya. Orang tua bertugas sebagai pendamping anak-anak belajar di rumah, bukan menyelesaikan tugas rumah si anak. Muhajir juga menyoroti kegiatan les semestinya tidak ada lagi karena menambah beban murid. "Les semestinya tidak ada. Itu adalah tanggung jawab guru supaya anak muridnya pintar," katanya.

Nah, bagaimana bapak ibu guru masih menggunakan buku LKS di sekolah? Apa tanggapan bapak ibu sekalian terkait aturan baru ini?
RESMI! Kemendikbud Larang Penggunaan Buku LKS di Sekolah, Begini Penjelasan Mendikbud
Menteri Muhadjir Effendi (gambar: antaranews.com)
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+