loading...

Pemuda Muhammadiyah : Gerakan Shubuh Berjamaah Adalah Revolusi Mental Sesungguhnya

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman berpendapat, setelah aksi superdamai 212, Umat Islam Indonesia seperti mendapatkan energi baru yang luar biasa dahsyat. Energi spiritual yang bersumber dari keyakinan hakiki, yaitu keyakinan terhadap Allah atau biasa dikenal dengan sebutan tauhid. Baca juga : Mohon Dukungan Pendirian Bank Islam 212, TV 212, Koperasi Syariah 212 dan Minimarket 212 untuk Umat Islam

Energi tersebut lahir menjadi gerakan-gerakan seperti Gerakan Subuh Berjamaah atau yang lebih dikenal dengan Gerakan 1212. Gerakan ini awalnya dipusatkan di Bandung. Tapi pada pelaksanaannya, gerakan tersebut dengan sangat cepat bergulir ke seluruh penjuru Indonesia.

Gerakan Shubuh Berjamaah Adalah Revolusi Mental Sesungguhnya

Pedri melanjutkan, gerakan tersebut juga sudah sewajarnya mendapat dukungan dari berbagai pihak. Bagaimana tidak, gerakan tersebut menurutnya adalah revolusi mental yang sesungguhnya. "Jadi gerakan ini harus didukung. Inilah revolusi mental yang sesungguhnya," ucap Pedri seperti dikutip dari republika.co.id, Senin (12/12).

Pedri menambahkan, tanpa disadari, lahirnya gerakan-gerakan yang ada saat ini, mulai aksi 411, 212 dan terakhir 1212 sebenarnya proses revolusi itu sedang terjadi di tubuh umat. Revolusi tersebut merupakan revolusi yang sangat mendasar karena datang dari hati. Revolusi tersebut diilhami pembelaan terhadap hak asasi yang paling dasar, yaitu agama.
Kabar lain : Presiden Jokowi Terbitkan PP Nomor 58 Tahun 2016, Isinya Ormas Badan Hukum Yayasan Asing Boleh Beroperasi di Indonesia
Oleh sebab itu, pemerintah dan penegak hukum harus betul-betul melihat kejadian ini dengan hati dan kesadaran penuh akan tugas mereka sesungguhnya untuk malayani rakyat dan menghadirkan keadilan sosial bagi semua. Karena keadilan adalah kunci kebangkitan bangsa ini. "Itulah yang menjadi tuntutan awal dari semua gerakan di atas. Tanpa keadilan, yakinlah bangsa ini akan selalu terpuruk," kata Pedri.

Pedri berpendapat, revolusi mental yang digulirkan oleh Presiden Jokowi belum tampak sama sekali di pemerintahannya. Bahkan pada aspek keadilan dan penegakan hukum revolusi mental itu seperti memakan tuannya sendiri. "Justru rakyat melihat pemerintah sedang mempermainkan rasa keadilan itu. Negara ini seperti bukan lagi negara hukum, tapi sudah jadi negara kekuasaan. Kekuasan politik dan kekuasaan modal (uang)," terang Pedri. (Zn)
Pemuda Muhammadiyah : Gerakan Shubuh Berjamaah Adalah Revolusi Mental Sesungguhnya
Gerakan Shubuh Berjamaah 1212 (gambar : facebook)
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+