Aksi Mahasiswa Bela Rakyat 121 Menuju Istana Negara Membawa Keranda Mayat, Ini Tujuannya

Persiapan mahasiswa untuk aksi 121 terbilang nekat dengan membawa keranda yang merupakan alat mengangkut orang meninggal. Setelah merapatkan barisan di Patung Kuda Kawasan Monas, Jakarta Pusat, massa Aksi Bela Rakyat 121 melakukan longmarch ke Istana Presiden untuk menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di barisan paling depan, tampak sebuah keranda terbalut kain berwarna putih bertuliskan "matinya nurani" dan sebuah boneka mayat.
Baca juga : Presiden Jokowi Tak Nyaman dengan Manuver Panglima TNI
Koordinator massa Aksi Bela Rakyat 121, Ihsan Munawar (19 tahun), mengatakan, keranda dan boneka tersebut sengaja dibawa dalam aksi sebagai pertanda matinya nurani pemerintah rezim Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi. "Menandakan matinya nurani pemerintahan. Karena apa yang ditetapkan menyengsarakan rakyat," ujar Ihsan saat ditemui di lokasi.

Mahasiswa STEI Depok tersebut menuturkan, matinya nurani bisa terlihat dari kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), mencabut subsidi listrik, hingga penyesuaian pembuatan baru STNK dan BPKB. "Terkait penetapan harga BBM, yang diserahkan ke mekanisme pasar. Kedua mengeluarkan kebijakan terkait tarif dasar listrik, seharusnya disubsidi malah tidak," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan-kebijakan tersebut telah mencekik rakyat, yang terbaru adalah terkait dengan naiknya biaya administrasi pengurusan STNK dan BPKB. "Terkait terbitnya PP Nomor 60, yang membuat biaya pembuatan baru STNK dan BPKB juga akhirnya naik. Ini menyengsarakan," kata dia

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/otomotif/aksesoris/17/01/12/ojnou0377-jalan-ke-istana-massa-aksi-mahasiswa-121-bawa-keranda-mayat
Aksi Mahasiswa Bela Rakyat 121 di Depan Istana Bawa Keranda Mayat, Ini Tujuannya
Aksi Demo Mahasiswa (foto : fanspage BEM Seluruh Indonesia)
Sebarkanlah untuk mencerdaskan umat,
SEMOGA BERMANFAAT!!!