Kajian Islam Perbaiki Iman, Begini Cara Melafaskan Niat Sesuai Tuntunan Ulama

loading...
Kajian Islam kali ini coba mengangkat permasalahan Niat, apakah dibaca dengan bersuara atau cukup di dalam hati. Banyak pro-kontra terkait hal tersebut, namun kita harus bijak menyikapinya dan terus mendorong perbaikan metode dakwah dan gaung Suara Islam. Baca juga : Kajian Soal Arti Kata Awliya yang Ada dalam Al-Qur'an Menurut Kemenag

Berikut Kajian Ulama Tentang Melafaskan Niat

1. Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i rahimahullah menegaskan dalam Al-Umm tentang fiqih manasik haji, beliau berkata : "Jika seseorang berniat haji atau umrah maka itu mencukupinya walaupun ia tidak melafazhkannya, dan tidaklah seperti shalat, yang dianggap tidak sah kecuali dengan mengucapkannya"

2. Al-Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab terakhir beliau yang merupakan syarah dari kitab yang penuh manfaat dari tulisan Al-Imam Asy-Syirazi rahimahullah Al-Muhadzdzab, yakni Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab membantah kesimpulan dari Abu Abdillah Az-Zubairi ini. Al-Imam An-Nawawi berkata : "Para sahabat-sahabat kami (dari kalangan ulama Syafi'iyah) berkata : telah keliru orang yang mengucapkan ini (yakni Abu Abdillah Az-Zubairi yang menyimpulkan ucapan Asy-Syafi'i). Bukanlah maksud dari Asy-Syafi'i dengan ucapan (dalam niat) pada kasus shalat ini. Bahkan maksud beliau (shalat tidak sah kecuali dengan ucapan) ialah takbir (takbiratul ihram)". (Majmu' Syarhul Muhadzdzab hal. 289 cet Darul Hadits)
Kabar lainnya : Subhanallah... Begini Cantiknya Menkeu Sri Mulyani Kenakan Jilbab dan Mendapat Pujian dari Warganet
3. Al-Imam Al-Baihaqi mengindikasikan dengan jelas bahwa shalat dimulai dengan takbir (bukan dengan melafazhkan niat), beliau berkata : "Beliau (Abu Abdillah Az-Zubairi) mentakwilkan perkataan Asy-Syafi'i tersebut dengan wajibnya melafazhkan niat (dalam shalat), ini adalah penafsiran yang fasid (rusak/keliru). Sesungguhnya yang beliau maksud dengan wajibnya shalat dengan ucapan ialah takbir". (Al-Hawi Al-Kabir hal 92 jilid 2 cet. Darul Kutub Islamiyah)

4. Al-Imam Al-Juwaini atau yang lebih dikenal dengan Imamul Haramain rahimahullah juga berkata : "Adapun pembicaraan tentang tempat niat, maka tempat niat adalah di qalbu, dan tidak ada atsar yang menyebutkan dengan lisan pada hal ini.....jika telah jelas bahwa niat adalah maksud/tujuan, maka tempatnya ialah diqalbu".

Kesimpulan bahwa ajaran ulama Syafi'iyah lainnya seperti Ad-Dimyathi dan Al-Bakri dalam hasyi'ah Fathul Mu'in menjelaskan bahwa niat tempatnya di qalbu, bukan di lisan. Semoga bermanfaat!

Sumber : IQROZEN
Kajian Islam Perbaiki Iman, Begini Cara Melafaskan Niat Sesuai Tuntunan Ulama
Ilustrasi
Sebarkanlah untuk mencerdaskan umat,
SEMOGA BERMANFAAT!!!