Polisi Abaikan Larangan Pemerintah, Pengungsi Rohingya Boleh Masuk Bangladesh

loading...
INTERNASIONAL--Polisi Bangladesh tak mematuhi instruksi pemerintah agar mereka mencegah orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan di negara tetangga Myanmar yang berusaha melintasi perbatasan. Alhasil, ribuan warga komunitas Muslim Rohingya itu membanjiri masuk perbatasan tanpa ada upaya dari petugas di Bangladesh untuk menghentikan mereka.

PBB memperkirakan bahwa 58.000 pengungsi minoritas Rohingya Burma telah berhasil menyeberangi perbatasan.

SIMAK juga : Begini Penjelasan Presiden Erdogan Terkait Kendala Membantu Pengungsi Rohingya yang Menjadi Korban Persekusi Militer Myanmar
Sejak lebih dari sepekan lalu, kekerasan terbaru meletus di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang banyak dihuni muslim Rohingya. Bentrokan susulan sesudah itu membuat banyak warga sipil baik Islam maupun Buddha, lari menyelamatkan diri dari desa-desa mereka.

Sekitar 20.000 warga Rohingya lainnya diperkirakan terjebak di sepanjang Sungai Naf, yang menjadi perbatasan kedua negara. Berbagai lembaga bantuan mengatakan orang-orang itu diancam risiko tenggelam, penyakit dan ular berbisa.

Militer juga mengambil berbagai tindakan keras setelah serangan bulan Oktober itu, berbuntut berbagai tuduhan tentang pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan oleh tentara terhadap warga Rohingya. Saat itu, puluhan ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

PBB sedang melakukan investigasi resmi, kendati militer Burma menyangkal semua tuduhan. (detik, 3/9)
Polisi Abaikan Larangan Pemerintah, Pengungsi Rohingya Boleh Masuk Bangladesh
ILUSTRASI
Sebarkanlah untuk mencerdaskan umat,
SEMOGA BERMANFAAT!!!