TERUNGKAP! Militer Myanmar Pasang Ranjau Darat di Perbatasan Bangladesh

INTERNASIONAL--Pemerintah Bangladesh akan secara resmi mengajukan protes atas pelatakan ranjau darat di wilayah perbatasan kepada Myanmar pada Rabu (6/9). Sebelumnya, sumber dari Dhaka mengatakan telah melihat dan memantau bahwa sekelompok orang dari Myanmar yang tengah menggali dan memasukkan apa yang diduga sebagai ranjau ke dalam tanah.

"Pasukan perjaga perbatasan kami melihat sekelompok orang menempatkan ranjau darat di wilayah perbatasan bagian mereka yang di dekatnya juga terdapat pagar kawat berduri," ujar sumber Pemerintah Bangladesh.
Simak juga : Polisi Abaikan Larangan Pemerintah, Pengungsi Rohingya Boleh Masuk Bangladesh
Meski sekelompok orang yang menempatkan ranjau di perbatasan Myanmar tidak mengenakan seragam militer, tetapi Bangladesh meyakini itu bukanlah kelompok militan yang selama ini disebut berasal dari Rohingya. Ledakan dari benda berbahaya itu juga sudah terdengar dalam dua hari terakhir di wilayah yang di antaranya dijaga ketat oleh pasukan tentara Myanmar.

Seorang warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh juga sempat melihat area yang terdengar ledakan di wilayah perbatasan pada Senin (4/9). Di sana, ia menceritakan bahwa ada pria yang menggali tanah dan meletakkan sesuatu seperti cakram logam dengan diameter 10 sentimeter dan sisanya tertutup karena sudah terkubur.

Selain itu, ada saksi mata lainnya yang mengatakan kepada Reuters bahwa dua tentara Myanmar berada di area jalan setapak warga sipil Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Di sana, mereka nampak mengerjakan sesuatu pada Senin (4/9) lalu, hingga beberapa saat kemudian terdengar ledakan tepatnya pukul 2.25 dini hari waktu setempat.

Diperkirakan ada 123.600 warga Rohingya saat ini telah melarikan diri ke Bangladesh. Namun, tak sedikit di antaranya yang mengalami luka parah karena tembakan yang dilepas oleh pasukan militer Myanmar dalam perjalanan mereka.

Selama ini warga Rohingya diyakini menjadi salah satu etnis minoritas Myanmar yang kerap menjadi korban kekerasan dari pemerintah negara itu. Lebih dari 140 ribu diantaranya yang tewas sejak terjadi konflik di Rakhine, tempat kebanyakan etnis tersebut menetap. (republika, 6/9)
TERUNGKAP! Militer Myanmar Pasang Ranjau Darat di Perbatasan Bangladesh
ILUSTRASI
loading...
Sebarkanlah untuk mencerdaskan umat,
SEMOGA BERMANFAAT!!!