loading...

Polisi : Penyebar Video Bakar Surat Suara Bisa Dipidana

JAKARTA — Mabes Polri membenarkan keaslian video tentang peristiwa pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019 yang terjadi di Puncak Jaya, Papua. Polri akan menyelidiki akun penyebar video tentang peristiwa pembakaran kotak dan surat suara.

Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penyebar video tersebut berpotensi melanggar UU ITE yang diaggap berkonten bohong dan provokasi. “Itu (penyebar video) bisa dijerat UU ITE kepada pemilik akun yang menyebarkan berita hoaks dan yang tidak sesuai fakta,” kata Dedi seperti dilansir republikacoid, Rabu (24/4).

Dedi menerangkan, Mabes Polri mendapatkan laporan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Papua tentang peristiwa pembakaran kotak dan surat suara di Puncak Jaya, Papua, pada Rabu (24/4).
Baca juga: WOW! SUARA JOKOWI DI TPS 183 DITULIS 1.833 DI SITUS RESMI KPU
Laporan itu memang sama dari video aksi kejadian serupa yang tersebarkan akun-akun di media sosial. Namun berbeda, kata Dedi laporan dari Polda Papua, menganggap pembakaran kotak dan surat suara itu sebagai aksi untuk memusnahkan sisa logistik pemilu yang tak terpakai. Menurut Dedi, sisa logistik tersebut sengaja dimusnahkan karena tak diinginkan menjadi alat penyalahgunaan kecurangan pemilu.

Sedangkan narasi dalam video di media sosial, aksi pembakaran tersebut aksi kesengajaan dari sikap kecewa para pemilih yang tak dapat menggunakan hak suaranya pada Pilpres 2019. Para pemilih, cuma mendapatkan surat suara Pileg 2019, dan tak bisa melakukan pencoblosan untuk memilih capres/cawapres. Namun kata Dedi, narasi tersebut, sebagai kebohongan.

Dedi menerangkan, di Papua, sejumlah wilayah pemilihan menggunakan sistem khusus. Ada 12 daerah setingkat kabupaten yang menggunakan hak pilihnya dengan cara noken. Salah satunya di Puncak Jaya.

Sistem noken, merupakan pola pemungutan suara yang menjadikan tetua adat atau orang yang ditunjuk mewakili pemilihnya di satu tempat, untuk melakukan pencoblosan. Sistem noken ini, memang dianggap sah, khusus di wilayah Papua.

Karena itu, kata Dedi, narasi yang ada dalam video tersebar, tak benar dan berpotensi pidana lantaran menyebarkan kebohongan. “Dari hasil pendalaman Direktur Kriminal Khusus akan melakukan investigas terhadap akun-akun yang menyebarkan informasi (pembakaran) tersebut,” sambung Dedi. (rol, 24/4)
Polisi : Penyebar Video Bakar Surat Suara Bisa Dipidana, Pemilik Akun pun Diburu
Dedi Prasetyo
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+