TERBARU! Bin Minta Polisi Segera Tangkap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Ini Sebabnya

JAKARTA-Viral pernyataan soal elit bagi-bagi uang menjelang pilpres 17 April semakin menampakan fakta. Selain penangkapan ratusan ribu amplop yang ada 'CAP JEMPOL' belum lama ini oleh KPK, kini beredar video menggemparkan soal Luhut memberi amplop seorang kyai. 

Kepolisian pun yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) dituntut untuk segera menindak tegas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menjelaskan, dugaan pelanggaran pidana Pemilu itu adalah melakukan money politics alias politik uang.
Baca juga : KPK Pastikan ada 'CAP JEMPOL' pada ratusan ribu amplop yang diduga untuk 'SERANGAN FAJAR' Pemilu 17 April
Seperti dikutip dari rmol.co, bahwa Luhut memberikan amplop putih yang diduga berisi uang kepada pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil, KH Zubair Muntashor di Bangkalan, Madura, Jawa Timur. "Tangkap Luhut! Ini yang harus dilakukan oleh pihak kepolisian. Karena ini jelas-jelas money politics," desak Bin, Rabu (3/4).

Dalam video viral berdurasi 1 menit 23 detik, Luhut meminta KH Zubair Muntashor mengajak umat dan santrinya untuk datang ke TPS pada 17 April nanti dengan mencoblos "yang baju putih" Jokowi-Maruf. Lalu, Luhut memberikan sang kiai selembar amplop.

Menurut Bin, dipandang dari aspek manapun, tindakan yang dilakukan Luhut itu jelas-jelas telah melanggar hukum dan aturan main pemilu. "Jika pihak polisi berani menangkap Luhut, maka wibawa polisi dan hukum di mata publik akan kembali memperoleh kepercayaan. Tak perlu lagi melakukan banyak hal, cukup satu tindakan ini akan kembali membawa citra yang sangat positif terhadap institusi Polri," pungkasnya. (rmol, 3/4)
TERBARU! Bin Minta Polisi Segera Tangkap Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Ini Sebabnya
Screenshot video luhut kasih amplop ke seorang kyai
loading...
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+