loading...

Kadiv Humas POLRI : Kalau Besok Ada Penembakan, Itu Bukan dari Polisi

Jakarta -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan personel yang diturunkan mengamankan Aksi 22 Mei, besok, tak dibekali peluru tajam. Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menyebut 40 ribu personel polisi dibantu TNI akan diterjunkan mengamankan aksi besok.

"Diinstruksi secara jelas oleh Kapolri dan Panglima (pasukan) tidak dibekali peluru tajam. Jadi kalau besok ada penembakan peluru tajam, dipastikan itu bukan Polri. Itu penumpang gelap," kata Iqbal dalam konferensi pers bersama Kemenko Polhukam, Selasa (22/5).
Baca juga : Polisi Cabut SPDP Prabowo Terkait Dugaan Makar Karena Hormati Tokoh Bangsa
Kendati demikian, Iqbal memastikan semua penjuru Nusantara relatif aman. Iqbal mengimbau kepada para pengunjuk rasa agar menyampaikan pendapatnya di muka umum dengan tetap mematuhi norma-norma yang berlaku.

"Kalau ada yang mencoba melakukan tindakan di luar hukum, kami akan proses hukum dari lunak sampai keras," ujar Iqbal menegaskan.

Komentar Iqbal merespons hasil hasil analisis pihaknya terhadap rencana unjuk rasa besok. Massa yang hadir, kata dia, tidak semua merupakan kelompok yang murni menggelar aksi unjuk rasa damai. "Tapi ada indikasi demo ini akan melakukan pelanggaran hukum," kata dia.

Iqbal mengambil contoh personel Polda Jawa Timur yang sudah melakukan upaya paksa penangkapan kepada beberapa orang membawa bom molotov. "Berbagai kelompok hasil intelijen kami ada yang mau membawa bambu runcing. Sengaja diruncingkan," ujarnya. (CN)
Kadiv Humas POLRI : Kalau Besok Ada Penembakan, Itu Bukan dari Polisi
Demo di Depan Bawaslu
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+