loading...

Soal Aksi 22 Mei, Said Aqil : Kasihan Anak-anak Dijadikan Tumbal

JAKARTA -- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) Said Aqil Siradj merasa sedih anak-anak ikut terlibat dalam aksi 22 Mei di depan Bawaslu yang berujung ricuh.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengonfirmasi terdapat anak di bawah umur menjadi korban aksi 22 Mei.

"Kasihan anak-anak dijadikan tumbal, perempuan yang ikut terlibat dalam aksi tersebut juga kasihan," kata Said yang ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (24/5).
Baca juga : Kadiv Humas Polri Sebut Jika Ada Penembakan Peluru Tajam Bukan dari Polri
Menurut dia para provokator adalah pihak yang bertanggung jawab atas terlibatnya anak-anak dalam aksi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa, perilaku anarkistis yang dilakukan oleh massa aksi kericuhan bukanlah bentuk jihad.

"Jihad itu artinya luas, yang dibutuhkan sekarang adalah jihad untuk membangun masyarakat agar maju, adil dan makmur," kata dia.

Said mengatakan, perang adalah salah satu jihad jika memang dalam kondisi perang, namun bukan untuk kondisi negara yang damai. Dia juga berharap, seluruh masyarakat menahan diri dan menjaga kesucian bulan Ramadhan. (rol, 24/5)
Kritik Aksi 22 Mei, Said Aqil : Kasihan Anak-anak Dijadikan Tumbal
KH. Said Aqil Siradj
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+