loading...

TKN 01 : Minta Situng Disetop Cara Kubu 02 Agar Kekalahannya Tak Dipublikasikan

Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga meminta Bawaslu menghentikan Sistem Perhitungan (Situng) KPU. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai BPN hanya mencari cara agar kekalahannya tidak dipublikasi.

"Saya menilainya BPN sedang kehilangan cara untuk mencari alasan agar kekalahan mereka tidak dipublikasikan melalui Situng ini sehingga meminta Situng KPU dihentikan. Kekalahan dalam Situng membuat mereka buat pernyataan yang membingungkan: dari minta audit Situng sampai minta Situng dihentikan. Padahal Situng adalah sistem yang bisa dirancang terbuka, sehingga publik bisa ikut koreksi jika terjadi kekeliruan dalam input data," ujar juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Selasa (14/5/2019).
Baca juga: Meski Menang Telak, Saksi Prabowo-Sandi Tolak Tandatangan Hasil Rekapitulasi Suara di Jabar
BPN kini telah menyerahkan kesimpulan terkait dugaan kecurangan Situng. Ace pun berpesan kepada BPN agar menunggu hasil keputusan Bawaslu. "Soal pengaduan mereka kepada Bawaslu tentang Situng, kita tunggulah hasil sidang Bawaslu tentang Situng ini. Apakah bukti-bukti yang mereka sampaikan ke Bawaslu itu faktual atau tidak sehingga Bawaslu menghasilkan putusannya seperti apa," ucapnya.

Bagaimanapun, kata Ace, TKN tidak setuju jika Situng KPU dihentikan.TKN meminta KPU melanjutkan hingga selesai.

"Kami tentu tak setuju jika Situng KPU itu dihentikan. Masyarakat masih membutuhkan rekapitulasi lebih cepat hasil pemilu. Bahkan kami mendesak kepada KPU agar mempercepat dalam menginput data hasil perhitungan C1 ini. Bagi kami lebih cepat lebih bagus. Hingga saat ini Situng sudah mencapai 80% dimana pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf sudah unggul dengan selisih hampir 15 juta. Kami minta KPU untuk terus menuntaskannya hingga selesai," katanya.

Seperti diketahui, tim BPN Prabowo-Sandi sudah menyerahkan dokumen ke Bawaslu terkait dugaan kecurangan Situng KPU. (dtk, 14/5)
TKN 01 : Minta Situng Disetop Cara Kubu 02 Agar Kekalahannya Tak Dipublikasikan
Tim TKN 01 Jokowi-Ma'ruf
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+