loading...

Gus Yaqut : Hadang HTI Saja Siap, Apalagi Jadi Menteri

JAKARTA--Sejumlah nama kader Nahdlatul Ulama berseliweran masuk radar calon menteri pemerintahan Jokowi periode kedua. Salah satu di antaranya ialah Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau akrab disapa Gus Yaqut.

Wajar bagi NU jika punya jalan lempang mengantarkan kader-kadernya ke pos strategis pemerintahan. Pada Pemilihan Presiden 2019, kontribusi NU pada pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dinilai besar. Apalagi, pasangan Jokowi ialah tokoh senior Nahdliyin yang merupakan mantan Rais Aam NU.
Baca juga : Kyai Ma'ruf Sesalkan Kubu Prabowo-Sandi Paparkan Kecurangan Pemilu ke Publik
Menurut Yaqut, pada prinsipnya siapa yang akan ditunjuk jadi menteri adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Tapi jika siapapun kader NU diminta untuk mengabdi ke negara melalui jabatan menteri, kader NU harus siap menerima amanah dan tugas tersebut.

"(Jadi menteri) Itu keputusan hak prerogatif presiden, saya tidak akan nggege mungso (mendahului kenyataan). Tapi kalau memang ditugaskan, lawong kita disuruh hadang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) saja siap, apalagi jadi menteri," kata Gus Yaqut seperti dilansir vivacoid, 3 Juni 2019.

Sebelumnya di Jakarta Yaqut mengatakan, NU harus mengajukan sejumlah portofolio pada pemerintahan Jokowi periode kedua. Tidak hanya di pos yang mengurusi soal keagamaan, tapi juga di bidang lain.

Menurutnya, saat ini banyak kader NU potensial yang bisa direkrut untuk diminta perannya di bidang lainnya, seperti BUMN, ESDM, keuangan. "NU memiliki banyak kader yang potensial yang bisa ditempatkan sebagai Menteri BUMN, ESDM, keuangan, pertanian, Kominfo, dan kementerian-kementerian strategis lainnya," katanya beberapa hari lalu. (viv, 3/6)
Gus Yaqut : Hadang HTI Saja Siap, Apalagi Jadi Menteri
Gus Yaqut, Ketum GP Ansor
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+