loading...

Jokowi dan Prabowo Tidak Perlu Rekonsiliasi, ini Alasannya

JAKARTA--Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi beranggapan bahwa kedua calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto tidak perlu melakukan rekonsiliasi setelah nanti keputusan Mahkamah Konstitusi selesai.

Sebab menurutnya, Pemilihan Umum ini bukan ajang permusuhan ataupun pertandingan yang kemudian perlu digelar rekonsiliasi sesudahnya.

"Prabowo dan Jokowi tidak perlu rekonsiliasi, karena Pemilu bukan ajang permusuhan, ini pertandingan, bukan tawuran. Apakah setiap Real Madrid menang atas Barcelona harus ada rekonsiliasi? @prabowo @jokowi," tulis Teddy seperti dilansir akuratco, Jumat (7/6).
Baca juga : KPU Dorong Terwujudnya Rekonsiliasi Elite Politik Saat Momen Lebaran
"Tidak perlu ada penggagas Rekonsiliasi, apalagi jika penggagas ini punya tujuan untuk mendapatkan kue kekuasaan. Mencari panggung atas nama rekonsiliasi agar dianggap berjasa dan ujungnya meminta jabatan. Ini kan Pemilu bukan tawuran," kata Teddy menambahkan.
Jokowi dan Prabowo Tidak Perlu Rekonsiliasi, ini Alasannya
Jokowi dan Prabowo
Sebelumnya, beberapa tokoh mendorong adanya rekonsiliasi pasca pemilu untuk menurunkan tensi politik nasional. Salah satunya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berharap segera terwujud rekonsiliasi antara Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam momentum Lebaran 2019.

"Ya semoga lah (terwujud rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo)," kata Sultan saat ditanya tanggapan mengenai kemungkinan rekonsiliasi kedua capres seusai Shalat Id di Alun-alun Utara Yogyakarta, Rabu.

Meski demikian, Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengaku belum mengetahui kapan Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan bertemu setelah KPU pada Mei lalu menetapkan hasil Pemilu 2019. "Hurung ngerti aku (belum tahu saya)," kata dia. (art, 7/6)
Jokowi dan Prabowo Tidak Perlu Rekonsiliasi, ini Alasannya
Tidak Perlu Rekonsiliasi
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+