loading...

Kecewa Berat!! Siswa SD ini Bakar Sertifikat dan Piagam Penghargaan Prestasinya

KABAR PPDB--Seorang siswa bernama Yumna (12), lulusan SDN 02 Pekeringanalit itu membakar belasan piagam penghargaan karena kecewa tidak diterima di sekolah SMPN 1 Kajen, Pekalongan. Aksi pembakaran belasan piagam dan sertifikat itu pun menjadi viral di media sosial.

Sugeng Wiyoto, ayah Yumna mengatakan pembakaran belasan piagam penghargaan tersebut dilakukan anaknya karena merasa piagam-piagam tersebut tidak berlaku lagi dengan kondisi saat ini. Piagam-piagam tersebut merupakan berbagai kejuaraan seni dan agama yang diikuti dan beberapa menyabet juara satu tingkat Kabupaten Pekalongan.
Baca juga : Mendikbud Wajibkan Guru Gantian Mengajar di Daerah Tertinggal, Ini Aturannya Disiapkan Pemerintah
Berbagai kejuaran yang diikuti dan berhasil menyabet juara satu diantaranya seperti menulis halus, cerita islami, tilawah, adzan, nyanyi solo, nyanyi grup, dokter kecil. "Anak saya juga masuk anak yang selalu memiliki rangking dikelasnya. Mungkin berpikiran piagam-piagam tidak membantu dirinya masuk ke SMP Negeri 1 Kajen (sekolah yang diinginkan), jadi akhirnya dibakar," kata Sugeng seperti dilansir detikcom (26/6).

Bukanya tidak pernah berupaya mendaftar ke sekolah yang diinginkan anaknya tersebut, dirinya telah berupaya mendaftar ke SMPN 1 Kajen, namun mentok karena aturan zonasi yang ada. Minimnya sosialisasi dinas pendidikan terkait PPDB yang melalui tiga jalur yakni jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua, membuat anaknya terjebak dalam zonasi.

Hari pertama pendaftaran Sugeng mengantarkan anaknya melakukan pendaftaran online namun melalui jalur zonasi. Namun oleh guru dan kepala sekolah dasar, disarankan untuk masuk jalur prestasi. Pada hari kedua, dirinya mendaftar ke jalur prestasi namun tidak bisa, mengingat sudah mendaftar di jalur zonasi. Hasilnya, karena jarak sekolah 1,8 km dari rumahnya anaknya tidak masuk ke SMPN 1 Kajen.

"Sebagai orangtua kecewa ya kecewa. Kita sudah mendaftar ke jalur prestasi kata pihak sekolah (SMP) tidak bisa, harusnya daftar di sekolah di luar zonasi," ungkap Sugeng.

Karena merasa kecewa inilah anaknya kemudian nekat membakar smeua piagam penghargaan karena dinilai tidak berguna. "Piagam tidak diperlukan lagi katanya," tambah Sugeng. (dtk, 26/6)
Kecewa Berat!! Siswa SD ini Bakar Sertifikat dan Piagam Penghargaan Prestasinya
Siswa Bakar Piagam
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+