loading...

Said Aqil : Pilpres Suara Kita Dimanfaatkan, Ketika Selesai Kita Ditinggal

JAKARTA – Potongan video pidato Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj viral di media sosial. Dalam video tersebut, Said Aqil menagih janji Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menggelontorkan dana Rp1,5 triliun kepada PBNU.

“Pernah kami MoU dengan Menteri Sri Mulyani katanya akan menggelontorkan kredit murah Rp 1,5 triliun. Ila hadza yaum, sampai hari ini, satu peser pun belum terlaksana. Ini biar tahu anda semua seperti apa pemerintah ini,” ucap Said dalam video seperti dikutip dari pojoksatu.id.
Baca juga : Media Asing Ungkap Rayuan China Bungkam Ormas Islam Indonesia Soal Penindasan Muslim Uighur
Selain menagih janji, Said Aqil juga menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia. Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Tapi kekayaan itu hanya dinikmati oleh sekelompok orang. “Sekelompok kecil menikmati kekayaan alam yang sangat luar biasa. Freeport, uranium, apalagi batubara. Semua akan dihabisi oleh segelintir orang saja,” kata Said.

Said lantas mempertanyakan dimana ekonomi untuk pemerataan. Jangan sampai harta dinikmati oleh orang-orang itu saja. “Setiap proyek besar pasti bukan Haji Hasan, bukan Haji Muhammad. Pasti yang mendapat proyek besar bukan kita, bisa dibacalah. Sampai kapan seperti ini? wallahu alam,” tuturnya.

Karena itu, Saiq mengajak umat Islam untuk meningkatkan martabat dan prestasi. “Umat Islam harus berprestasi. Umat Islam harus kompetitif, bukan hanya komparatif,” katanya.
Baca juga : Said Aqil Sebut Semua Universitas Terpapar Radikalisme, Begini Penjelasannya
Selama ini, lanjut Saiq, warga NU hanya bisa bangga karena menjadi ormas Islam terbesar di Indonesia yang jumlahnya sekitat 91 juta jiwa. “Paling kita bisanya cuma NU mayortas, 91 juta. Itu komparatif namanya. Tapi kompetitif, tidak bisa fastabiqul khairat. Belum bisa musabaqoh, belum bisa balapan,” katanya.

Makanya, jangan salah. Jangan salahkan siapa-siapa, kalau ketika Pemilu, ketika Pilpres suara kita dimanfaatkan, tapi ketika selesai kita ditinggal,” tandas Said Aqil. (pojoksatu, 27/12)
Said Aqil : Pilpres Suara Kita Dimanfaatkan, Ketika Selesai Kita Ditinggal
KH Said Aqil Sirodj
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+
close
loading...