loading...

Dinilai Intoleran, DPR RI Prihatin Ada Siswi Nonmuslim Diminta Pakai Jilbab di Sekolah

JAKARTA - Komisi X DPR RI prihatin dan menilai kejadian itu sebagai sikap intoleran. "Kami sangat prihatin dengan fenomena maraknya sikap intoleran di lembaga-lembaga pendidikan milik pemerintah. Banyak tenaga pendidik yang tidak tepat dalam mengajarkan semangat keberagamaan di kalangan siswa," ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda seperti dikutip dari detikcom.

Politikus PKB itu mengatakan kejadian tersebut menunjukkan adanya sikap intoleransi di sekolah-sekolah negeri. Padahal, menurutnya, tenaga kependidikan harus mengutamakan nilai Pancasila dan kebinekaan.

Baca juga: BPIP Sebut Aturan Siswi Nonmuslim Pakai Jilbab di Sekolah Tak Sesuai Nilai-nilai Pancasila

"Kejadian-kejadian tersebut cukup memprihatinkan karena diduga dilakukan oleh tenaga kependidikan di sekolah negeri yang harusnya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dengan inti penghormatan terhadap nilai kebinekaan," katanya.

Menurut Huda, sikap pihak SMK 2 Padang tidak bisa dibenarkan meskipun setiap daerah di Indonesia memiliki otonomi daerah. Pemerintah daerah (pemda) memiliki otoritas untuk mengatur arah kebijakan sekolah, distribusi guru, hingga kebijakan anggaran, namun harus tetap mengacu pada dasar negara Indonesia.

"Tidak benar jika, atas nama otonomi daerah, suatu wilayah mempunyai kebebasan termasuk unit penyelenggaraan pendidikan membuat aturan yang secara prinsip bertentangan dengan nilai dasar-nilai dasar kita dalam berbangsa dan bernegara," katanya. (dtk, 23/1)

Dinilai Intoleran, DPR RI Prihatin Ada Siswi Nonmuslim Diminta Pakai Jilbab di Sekolah
ILUSTRASI

Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+
close
loading...