loading...

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penistaan Agama, Jaksa Sebut Ahok Merasa Paling Benar

Dalam menyampaikan pendapatnya di sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa (20/12) Ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Mukartono menyebut secara garis besar tim JPU merasa keberatan dengan apa yang disampaikan terdakwa. Baca juga : Jaksa Penuntut Umum Tolak Seluruh Nota Keberatan Ahok

Karena, nota keberatan yang diajukan, tidak secara langsung ditujukan untuk syarat materiil secara keseluruhan, tetapi hanya seputar niat dari terdakwa, yang tidak memiliki niat melakukan menista atau menodai agama Islam maupun menghina ulama.

Dalam keberatannya, Ali juga kembali membacakan eksepsi terdakwa mengenai ucapannya di Kepulauan Seribu yang tidak memilki niat dan bermaksud menafsirkan surah Al-Maidah ayat 51 serta beberapa tulisan Ahok di buku "Mengubah Indonesia" dalam sub bab berlindung di balik ayat suci yang menuliskan Surah Al-Maidah ayat 51 untuk memecah belah rakyat dengan roh kolonialisme. Diketahui, buku tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2008.

Dalam eksepsinya pekan lalu, Ahok mengaku pernyataan itu untuk lawan politiknya yang takut bersaing menggunakan program. Karena itu lawan politik menggunakan surah Al-Maidah ayat 51 untuk mempengaruhi warga dengan konsep 'seiman' untuk tidak memilih Ahok dan menganggap lawan politiknya itu pengecut.

Menanggapi ucapan tersebut, Ali berpendapat, Ahok merasa paling benar. Menurut Ali, merupakan hak kandidat kepala daerah lainnya untuk menggunakan metode apapun. Selama metode itu sesuai dengan undang-undang. "Kalau tidak melanggar perundang-undangan, tidak dapat dipersalahkan. Terdakwa menempatkan seolah tidak ada orang lain yang lebih baik dari terdakwa," jelas Ali saat membacakan pendapat di ruang sidang Kusumah Atmadja, Eks Pengadilan Jakarta Pusat, Selasa (20/12) seperti dikutip dari republika.co.id.
Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Penistaan Agama, Jaksa Sebut Ahok Merasa Paling Benar
Sidang Kasus Ahok
Bagikan di WhatsApp, Twit, FB, G+
close
loading...